Rabu, 15 Juni 2016

Dear mamak
Rama mau cerita, cerita yang keluh lidah untuk berkata ketelinga mamak secara langsung.
Malu kalau pipih berubah merona.
Malu kalau mamak tau anak mamak yg paling keras kepala ini yang paling sok mandiri, paling susah diatur, paling sok bisa sekarang sudah mudah banget tersentuh, sudah mulai tahu setiap alasan mengapa mamak dulu mewajibkan dengan keras rama bisa melakukan semua hal urusan rumah, sudah mulai tau alasan mengapa mamak jarang bolehin rama nongkrong sama teman-teman, sudah mulai tau kenapa mama bangunin kami subuh-subuh dan dimarahin kalu usai subuh balik tidur, sudah mulai tahu mengapa rama harus sekolah tinggi, Rama sekarang mudah nangis mak, nggak suka berdebat lagi, dan nggak galak lagi, sudah sering khawatir kalau backpacker keluar kota sendiri. Rama sekarang sudah tak segan minta maaf sama orang dan sekarang lebih nyaman untuk sering berucap makasih mak. Apa pas Mamak diumur 20 tahunan Mamak ngerasakan hal ini juga mak?

Mamak,
Sebentar lagi umur anak sulungmu Ini 24 tahun. Tak terasa ya mak, Rama masih inget dulangan dari tangan mama setiap pagi sebelum Rama dan adek-adek mau berangkat sekolah, masih kerasa ditelinga setiap teriakan Mamak. Haha. Mak, Rama dirantauan  sering banget merasa seperti dengar suara teriakan Mamak,  kalau Rama lalai. :)

Makasih ya sudah meridhoi pilihan Rama buat merantau kejogja sendiri, 6 tahun yang lalu. Semua yang Rama dapatkan sekarang Rama yakin Karena doa-doa Mamak Ayah dan adek-adek.
Ini keuntungan dari keputusan Rama dimasa lalu.  Rama mau cerita banyak banget orang baik yang Rama temuin disini mak, diJogjakarta. Kota rantauan yang mengajarkan etika sebelum bertindak. Semakin banyak orang yang Rama temuin Rama merasa bodoh mak. Merasa semangat buat belajar lagi. Semakin banyak dikepala Rama terpikirkan kata mengapa dan mengapa terhadap suatu hal.  Mamak dulu merasakan hal  yang samakah mak?

(Sebentar dulu ya mak, Rama lanjut kerja dulu nanti Rama lanjut lagi ehehehe )






Rabu, 01 Juni 2016



Sering sekali belakangan ini merasa sepi padahal ada ditengah orang ramai, fisik ikut tertawa namun hati tidak.
bertemu banyak orang hebat, muda, dan menginspirasi. kagum. Namun kembali hening.  teman2 pernah merasa seperti itu juga nggak?


Aktivitas terasa monoton.
bangun sebelum matahari tinggi, pulang ketika matahari hampir terbenam. setiap hari.
beberapa kali piknik pun, perasaan ini masih sama. berarti piknikpun bukan penawarnya.

Beberapa hari yang lalu, hati ini seperti hidup kembali. Alurnya seperti ini disnakersosial dan komunitas 1000 guru jogja mengundang aku buat ngasih training publik speaking ke anak2 putus sekolah di daerah sleman. Kenapa aku dan gmn alur pihak acara bisa menghubungi itu juga aku tidak menduga, seperti kejutan. Seperti sudah diatur oleh sang pencipta.

Berbagi pengetahuan dan pengalamanku tentang publik speaking yg masih sedikit ini sama adek-adek yg telah lama putus sekolah, melihat mereka, jadi pendengar celotehan mereka, menyakinkan mereka kalau tidak ada manusia yang pernah tahu perihal masa depan seseorang. Nggak ada yang pernah tau, siapa tau mereka mengikuti ujian penyetaraaan, sekolah lagi dan  bisa jadi salah satu diantara mereka anak2 lulusan "university of life"yang akan menjadi menteri dan presiden masa depan. Tidak ada yang pernah tahu.


kami bertemu hanya 2 jam. Tapi perasaan hidup itu membekas hingga detik ini. Rasanya itu legaaaa banget, senang, sedih , sepanjang perjalanan pulang bikin senyum-senyum sendiri. bersyukur yang mendalam. Aku kecanduan ingin melakukan aktivitas ini lagi. 😊


Dan pada akhirnya aku menyimpulkan perasaan hidup dan tidak hidup itu obatnya berbagi. Berbagi bukan hanya materi.  melainkan ilmu dan informasi yang kita punya. mungkin bagi kita pengetahuan yang kita punya masih sedikit banget, tapi mungkin berbeda dengan sebagian orang diluar sana.

cerita ini smg bisa  membantu teman2 mengobati yang sedang merasakan hal yang sama dengan aku. Sepi diantara keramaian.



Yogyakarta, 28 mei' 16
RNK






Kamis, 28 April 2016

"Di dalam hidup banyak yang datang dan pergi" Allah telah menjumpakakan kita dengan orang-orang yang Dia telah takdirkan dalam catatan takdir. .
.
Merekapun datang silih berganti, ada yang melintas dalam segmen singkat, namun membekas dihati. Ada yang telah lama berjalan beriiringan tetapi tak disadari arti kehadirannya. Ada juga nih yang jauh dimata tapi penampakannya melekat dihati. .
.
.
Ada yang datang dan pergi  saja seolah tak pernah ada. Maka sudah fitrah bila ada pertemuan pasti ada perpisahan. Dimana ada awal pasti akan ada akhir. .
.
.
Akhir sebuah perjalanan, ia akan menjadi Awal bagi perjalanan lainnya. Selalu begitu. .
.
.
Mereka ini sahabatnya sahabat, tapi sekarang malah sering bareng, buat makan bareng cerita bareng.
.
.
.
Banyak-banyak ngucap terima kasih mah sekarang sama siapa aja yang membekas dihati. Entah itu membekas menyakitkan ataupun menyenangkan. Ini semua tho hanya perjalanan singgahan.
.
.
.



Yogya, 29 februari 2016
#rnk #closefriends #jogjakarta

Minggu, 08 Februari 2015

Berawal dari acara promnight industrial engineering 2010. Di acara tersebut, aku kebagian untuk menghandle bagian charity.  Tentunya untuk menghandle itu nggak sendiri, aku dibantu beberapa teman yang sukarelawan membantu ,ngumpulin banyak info untutk target charity, kita list, lalu kroscek tkp. Mencari yang benar-benar sedang membutuhkan, dan benar-benar berhak untuk menerimanya.


Terima kasih semua yang telah bersedekah, terima kasih kepercayaannya, Hanya Tuhan lah yang mampu membalas semua kebaikan dan kemurahan hati teman-teman semua. Semua yang teman2 berikan pasti akan dibalas bertubi2 oleh sang pencipta.  
Amanah kalian udah ku sampaikan ya!! ini merupakan pertanggungjawaban dunia- akhirat euy. legaa banget. 

Berikut ini dokumentasi foto dan uraian singkat dari sasaran sedekah teman-teman.   
1. Panti asuhan Bina Remaja” DONOHARJO 
Panti asuhan ini salah satu panti yang berada di bawah yayasan pendidikan dan kesehjateraan bina remaja. Panti Asuhan ini telah berdiri dari tahun 1982. Panti Asuhan ini hanya mempunyai 2 donatur tetap dan dari pemerintah. Total pemasukan rata-rata panti tersebut setiap bulannya    dibawah total pengeluaran. sehingga masih membutuhkan bantuan dana. Berikut foto-foto teman-teman penghuni panti Bina Remaja. 


Namanya Dewi Puspitasari asal dari Kodya,umurnya sekarang 32 tahun. Dewi nama panggilannya sehari –hari. Berbicara mengenai Kondisi fisik dewi, dia mengalami grahita, kurangnya daya tangkap motorik yang menyebabkan keterlambatan dia dalam mengeksekusikan apa yang ingin dia lakukan misalkan saja ketika memakan snack dia membutuhkan waktu yang lama untuk bisa memasukkan snack ke dalam mulutnya, dia juga tidak bisa berbicara dan juga tidak bisa berjalan. Untuk mandi, membersihkan pembuangannya setiap hari dan juga ketika dewi menstruasi dia dibantu dengan pekerja sosial panti.

Namanya Nuryan Astanti kelahiran Sleman. Nur panggilan sehari- harinya dipanti. Mengenai kondisi Nur dia mengalami Tuna Ganda. dia Grahita, tidak bisa berbicara dan tidak dapat berjalan normal. Mengenai keberadaan keluarga. Nur ditemukan oleh pihak panti dalam keadaan terlantar di jalan. sampai dengan sekarang tidak diketahui keluarga dari nur.


Beberapa teman di panti Bina remaja yang sedang menikmati sore hari di depan ruang kumpul (ruang TV). Dari kiri ke kanan (retno, Nur, susilo, yuyun, dan tri). mereka semua mengalami grahita. 


Gadis kecil yang ditengah itu bernama Najwa umurnya sekitar 9 tahun. Najwa mengalami Autis. Mengenai keberadaan keluarga,ibunya najwa baru saja meninggal dunia karena kanker payu dara. Ayah najwa menikah kembali dan tinggal di samarinda. Sedari kecil najwa tinggal bersama neneknya, saat ini kondisi neneknya sedang sakit-sakitan itu lah yang menyebabkan najwa diantarkan keluarga ke panti bina remaja.
(Foto Najwa bersama Eny Maftuchah dan aku   :) )


2. Pak sudio 
Pak sudio yang berbaju merah. Kondisi beliau merupakan penderita tuna netra, tidak dapat         berbicara normal,  1 bulan yang lalu beliau terkena sakit struk setengah badannya tidak dapat digerakkan. beliau sempat di tolak  untuk di rawat dirumah sakit karena keterbatasan biaya


(foto Pak sudio, bersama saya,  riza rahma, dimas, hendra, dan mas ibnu) 
3. Bu Anik  marwati
Bu anik dan suami bp murtandlo, mereka sepasang suami istri yang  memiliki 4 orang anak yang luar biasa. kenapa begitu? karena 2 dari 4 anak beliau menderita DMD (duchene Muscular distropy) yaitu otot akan melemah secara perlahan- lahan sehingga tidak berfungsi lagi. sedangkan anak ke 4 menunjukkan gejala yang sama seperti anak pertama dan kedua. anak ke 3 adalah satu2nya  yang tidak terdiagnosa DMD dan dapat beraktivitas normal. Namun dengan segala keterbatasan nya mereka adalah anak-anak yang cerdas dengan berbagai prestasi  yang berhasil diraih diantaranya nominasi INIACTA (indonesian award 2010) , pernah menggirimkan desain mobil dalam lomba yang diselenggarakan di Inggris dan Amerika. Cita2nya adalah menjadi seorang desainer  mobil di Indonesia. begitu pun dengan prestasi anak ke 2 yang tak kalah membanggakan dan membuat merinding.  Saat ini sudah ada pengobatan DMD dengan menggunakan sistem cell di india dengan biaya 9900 dollar/anak . sehingga kalau 3 anak memerlukan 29700 dollar setara dengan Rp 371.250.000 (belum termasuk akomodasi). gaji kedua orang tuanya hanya cukup  untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membayar sopir/pembantu dengan bantuannya mereka bisa pergi kesekolah.  kondisi selengkapnya dapat dilihat di http//youtu.be/OL4x8KGu4NA  



(foto pertama bu Anik berbaju merah bersama eny maftuchah juga anak ke 2 beliau. foto kedua foto anak pertama bu anik namanya dimas, dia sedang bobok ) 

berikut ini foto-foto bukti sedekah teman-teman yang telah aku sampaikan langsung ke panti asuhan Bina Remaja Donoharjo, pak Sudio (Tuna netra yang sedang mengalami  struk) , dan bu Anik  marwati (3 dari 4 anaknya menderita DMD duchene Muscular  Distropy). 
   ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Rombongan 1 

Panti Asuhan ‘Bina Remaja” DONOHARJO. Bantarjo, DonoHarjo, Nganglik, Sleman, Yogyakarta Tlp. (0274)4360559 / Hp 081328222729
Total donasi  : Rp. 4600.000 
Penerima      : Pak Tedjo
Tanggal penyerahan : 28 desember2014 jam 21.00 wib. 





*hanya ada nota  nggak ada dokumentasi foto pas penyerahan donasi  karena pas di tkp handphone pada mati semua. hhe. 

 Rombongan 2. 

Pak sudio, beliau ini dulunya penghuni BPTRD Jogjakarta. Pak Sudio penderita Tuna Netra, tidak bisa berbicara dengan normal namun bisa mendengar. Beliau 1 bulan yang lalu terkena sakit struk separuh badannya tidak dapat berfungsi lagi  dan sempat menngalami penolakan oleh pihak Rumah sakit karena keterbatasan Biaya. 
Total Donasi              : Rp 2.500.000
Penerima                    : orang tua Pak sudio 
Lokasi                        : di rumah pak sudio, di Imogiri,
Tanggal penyerahan : 13 Januari 2015.


(Riza rahma menyerahkan donasi yang diterima keluarga dari pak sudio)
Rombongan 3
Total donasi : Rp 1.700.000
Penerima : bu Anik 
tanggal penyerahan 8 februari 2015 
lokasi rumah bu anik yang beralamat 
Dadapan wonokerto Tuti, Sleman Jogjakarta. 
(Eny Maftuchah memberikan donasi ke ibu Anik, sorry kualitas foto tak begitu baik.. nge)

------------------------------------------------------------------
Total Sedekah Rp 8.800.000

Alhamdulillah. terima kasih semuanya. kaliaaan Luar biasa!!!  mereka semua yang telah menerima bantuan mengucapkan terima kasih banyak untuk kalian. Semua ini pasti akan dicatat langit!  semoga kesempatan selanjutnya kita dapat bersedekah ria lagi ya :) 









Jumat, 24 Oktober 2014

Yang paling menyakitkan dari sebuah pertemanan adalah mimpi dalam ruang. Benar saja kalau tidak ada yang abadi. 
Hari ini datang, tinggal tunggu kapan mereka akan pergi untuk mencapai mimpi. Pergi untuk mencapai mimpi tentunya. 
Aku tak pernah percaya, kamu dan mereka. aku memilih untuk diam di kotak 4x3 ini dengan diam dan tidak tenang.

Berawal dari sebuah gubuk di kaki gunung merbabu #bersambung

Selasa, 14 Oktober 2014

Orang pandai dan beradab tak kan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Pergilah 'kan kau dapatkan pengganti dari kerabat dan teman
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang.
Aku melihat air yang diam menjadi rusak karena diam tertahan
Jika mengalir menjadi jernih jika tidak dia 'kan keruh menggenang
Singa tak kan pernah memangsa jika tak tinggalkan sarang
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak kan kena sasaran
Jika saja matahari di orbitnya tak bergerak dan terus diam
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang
Rembulan jika terus-menerus purnama sepanjang zaman
Orang-orang tak kan menunggu saat munculnya datang
Biji emas bagai tanah biasa sebelum digali dari tambang
Setelah diolah dan ditambang manusia ramai memperebutkan
Kayu gahru tak ubahnya kayu biasa di dalam hutan
Jika dibawa ke kota berubah mahal jadi incaran hartawan
"Merantaulah"--Imam Syafi'i

Senin, 13 Oktober 2014

suara riang dalam sahut malu-malu
dalam bisikan langkah ragu
tak berpondasi 
namun juga tak rapuh
gemiricik air pembangkit 
membuat tubuh beranjak naik
mimpi berubah terang

Jogjakarta, 14 mei 2011